Facebook

Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Oktober 2013

DATABASE INFORMASI SEKOLAH ISLAMI BANDUNG

Sekolah Alam
Jl. Dago Pojok no. 87 RT.03/RW03
Bandung 40135
Telp. 08122 421583

MI Asih Putra
Jl. Raya Cibabat Gg. H. Mustofa 205.
Cimahi 40315
Telp. 6612217

SD Islam Al Amanah
Jl. Raya Cinunuk Cileunyi no. 168,
Kab. Bandung.
Telp. 7830438

SD Al Azhar
Jl. Purnawarman 7
Bandung
Telp. 4218134

SD Al Azhar Syifa Budi
Jl. Parahyangan KM 1.2. Komplek Kota Baru Parahyangan Baru.
Padalarang.
Telp. 6807777

SD Al-Ghifari
Jl. Cisaranten Kulon no. 140.
Bandung.
Telp/Fax. 7806223

SDIT An Ni'mah
Jl. Sekeawi Sampora Sukamenak
Kab Bandung 40227
Telp. 5420447

SD Assalam
Jl. Sasakgantung no.1
Bandung 40251
Telp. 4201338

SD Babussalam
Pesantren Babussalam, Ciburial Indah, Dago Atas.
PO Box 6913.
Bandung 40069.
Telp. 2503927 Fax 2503928.
Email: bsalam@...

SDIT Darul Fikri
Komplek Cibaligo Permai
Cihanjuang
Cimahi 40559
Telp. 6646316

SD Darul Hikam
Jl. Juanda 285
Bandung.
Telp. 2516705

SD Gemilang Mutaffanin (YPI al-Hidayah)
Jl. Raya Gadobangkong no. 167 B.
Ngamprah (depan Pusdikter)
Padalarang
Telp. 6621006

SD Hikmah Teladan
JL. Raya Cimindi Blk. No. 177A Cimahi Selatan
Kab Bandung
Telp. 6025391

SD Islam Ibnu Sina
Jl. Lembah Asri 2 Komplek Bumi Asri, Padasuka
Bandung.
Telp. 7277243

SDIT Imam Bukhari
Jl. Caringin KM 20,5
Sayang, Jatinangor
Sumedang 45363
Telp. 7792252

SD Istiqomah
Kompleks Masjid Istiqomah, Taman Citarum.
Bandung.
Telp. 4209634

SDIT Lugina
Jl. Raya Rancaekek Majalaya No.5 (Belakang Apotek Lugina),
Kab. Bandung
Telp. 7798870

SDIT Luqmanul Hakim
Jl. PLN no.21 Moh Toha, Cigereleng.
Bandung. 40225. Telp. 5220475

SD Muhammadiyah 7
Jl. Kadipaten Raya 4-6. Antapani.
Bandung
Telp. 7214139

SD Mutiara Bunda
Jl. Arcamanik Endah no. 3, Arcamanik.
Bandung 40293
Telp. 7216578 Fax.72088502

SD Niagara
Komplek Perumahan Puri Cipageran II
Cimahi

SD Nugraha
Jl. PLN Dalam 4, Moh Toha.
Bandung.
Telp. 5225205

SDIT Nur Ar-Rochman
Jl. Cihanjuang 77A, Cimahi Utara.
Cimahi
Telp. 6642736

SD Islam Salman Al-Farisi
Jl. Tubagus Ismail VIII
Bandung.
Telp. 2515961, 250 5584 Fax 2509360

SD Islam Zakaria
Jl. Cijawura Girang no 26.
Bandung.
Telp. 7564934

>a.l. TK/SD/SLTP Islam : Salman Al Farisi - Jl. Tubagus Ismail VIII -
>Bandung, telp. 022-2505584


>SD/SLTP/SMA Al Ghifari - Bandung Timur, Dekat By Pass


>TK/SD/SLTP/SMA - Darul Hikam - Bandung, Jl. H. Juanda


>SMU/MA Insan Cendekia - Serpong, Dekat Puspitek - tel.021.7563578


>SD IT QORDOVA
Rancaekek - bandung

>TK+ SD IT AL MASOEM
Rancaekek

>SD Tunas Unggul Bandung (Global Interactive)
Cicaheum

>SD Bianglala

Kantor: Jl Gegerkalong Hilir 152 RT 001/08 BANDUNG
 

>SD Hikmah Teladan

Kantor: Jl Cimindi Blk Bl 177 BANDUNG
 

>SD Istiqamah

Kantor: Jl Tmn Citarum 1 BANDUNG
 
 

Rumah Pensil

10 Pondok Pesantren Terbaik di Indonesia

Iseng-iseng ingin mengetahui pondok pesantren terbaik di Indonesia. Hanya ada satu artikel dari sebuah forum (kaskus). Itu pun tidak ada kriterianya, sehingga sangat subyektif, dan saya kira lebih pada terkenal tidaknya. 
Anyway.. ke 10 peringkat ini menurut saya ok-lah, kebanyakan cukup terkenal. Ini adalah versi Kaskuser (lihat sumber di bawah).

Jika anda punya usulan pondok pesantren lain, silakan tambahkan di komentar. Mohon disertai alasannya. Atau anda punya usulan kriteria/faktor apa saja yang perlu ditinjau dalam menilai kualitas sebuah pondok pesantren, silakan tulis di bawah.. sebagai masukan bagi kami, atau pembaca lain yang ingin study lebih lanjut. 
Di samping nama pondok, saya berusaha menampilkan madzab dan faham  ajarannya. 
.
10 Pondok Pesantren Terbaik di Indonesia (versi Kaskuser)

1. Pondok Pesantren Langitan (Syafi’iyah, Asy ‘ariyah)
Pondok Pesantren Langitan adalah salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Berdirinya lembaga ini jauh sebelum Indonesia merdeka yaitu tepatnya pada tahun 1852, di Dusun Mandungan, Desa Widang, Kecamatan Widang, Tuban, Jawa Timur. Komplek Pondok Pesantren Langitan terletak di samping bengawan Solo dan berada di atas areal tanah seluas kurang lebih 7 hektar.
http://langitan.net/

2. Pondok Pesantren GONTOR (non madzab)
Pondok Gontor didirikan pada 10 April 1926 di Ponorogo, Jawa Timur oleh tiga bersaudara putra Kiai Santoso Anom Besari. Tiga bersaudara ini adalah KH Ahmad Sahal, KH Zainudin Fananie, dan KH Imam Imam Zarkasy dan yang kemudian dikenal dengan istilah Trimurti.Pada awalnya Pondok Gontor hanya memiliki Tarbiyatul Atfhfal (setingkat taman kanak-kanak) lalu meningkat dengan didirikannya Kulliyatul Mu’alimin Al-Islamiah (KMI) yang setara dengan lulusan sekolah menengah. Pada tahun 1963 Pondok Gontor mendirikan Institut Studi Islam Darussalam (ISID).
http://gontor.ac.id/
3. Pondok Pesantren Daar El-Qolam (non madzab)
Pondok Pesantren Daar el-Qolam (معهد دار القلم للتربية الإسلامية) adalah sebuah pondok pesantren berlokasi di Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten yang didirikan pada tanggal 20 Januari 1968. Pesantren ini adalah gagasan Haji Qasad Mansyur yang direalisasikan oleh Drs. K.H. Ahmad Rifai Arief (1942-1997). Setelah K.H. Ahmad Rifa’i Arief meninggal dunia pada tanggal 15 Juni 1997, pondok ini dilanjutkan oleh K.H. Drs. Ahmad Syahiduddin, K.H. Adrian Mafatihullah Karim dan Hj. Enah Huwaenah. Hingga Maret 2009, Pondok Pesantren Daar el-Qolam merupakan pondok pesantren terbesar sedaerah Banten, dengan jumlah santri 4298 jiwa.
http://www.daarelqolam.ac.id/mp/welcome.aspx
4. Pondok Pesantren DARUNNAJAH (non madzab)
Pada tahun 1942 K.H. Abdul Manaf Mukhayyar mempunyai sekolah Madrasah Al-Islamiyah di Petunduhan Palmerah. Tahun 1959 tanah dan madrasah tersebut digusur untuk perluasan komplek Perkampungan Olah Raga Sea Games, yang sekarang dikenal dengan komplek Olah Raga Senayan. Untuk melanjutkan cita-citanya, maka diusahakanlah tanah di Ulujami.
Tahun 1960, didirikan Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Islam (YKMI), dengan tujuan agar di atas tanah tersebut didirikan pesantren. Periode inilah yang disebut dengan periode cikal bakal, sebagai modal pertama berdirinya Pondok Pesantren Darunnajah.
http://darunnajah.com/
5. Pondok Pesantren Tebuireng (Syafi’iyah, Asy ‘ariyah)
Pondok Pesantren Tebuireng adalah salah satu pesantren terbesar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh KH. Hasyim Asy’arie pada tahun 1899. Selain materi pelajaran mengenai pengetahuan agama Islam, ilmu syari’at, dan bahasa Arab, pelajaran umum juga dimasukkan ke dalam struktur kurikulum pengajarannya. Pesantren Tebuireng telah banyak memberikan konstribusi dan sumbangan kepada masyarakat luas baik, terutama dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.
http://www.tebuireng.net/
6. Pondok Pesantren Al Ihya Ulumuddin (Syafi’iyah, Asy ‘ariyah)
pada 24 Nopember 1925 didirikan pondok pesantren di Desa Kesugihan, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, yang kemudian dikenal dengan nama pondok pesantren Kesugihan. Kepemimpinan ponpes ini kemudian dilanjutkan oleh KH Ahmad Mustholih dan KH Chasbulloh Badawi, putra pendiri.
7.Ponpes Asy Syafi’iah Nahdatul Wathon (Syafi’iyah, Asy ‘ariyah)
Maulana al-Syaikh Tuan Guru Kyai Hajji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Muhammad Zainuddin Abdul Madjid belajar di Tanah Suci Mekah selama 13 tahun kemudian kembali ke Indonesia atas perintah dari guru beliau yang paling di kagumi, yakni Syaikh Hasan Muhammad al-Masysyath, pada tahun 1934. Setiba di Pulau Lombok beliau mendirikan Sekembali dari Tanah Suci Mekah ke Indonesia mula-mula beliau mendirikan pesantren al-Mujahidin pada tahun 1934 M. kemudian pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1356 H/22 Agustus 1937 M. beliau mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Madrasah ini khusus untuk mendidik kaum pria. Kemudian pada tanggal 15 Rabiul Akhir 1362 H/21 April 1943 M. beliau mendirikan madrasah Nahdlatul Banat Diniah Islamiyah (NBDI) khusus untuk kaum wanita. Kedua madrasah ini merupakan madrasah pertama di Pulau Lombok yang terus berkembang dan merupakan cikal bakal dari semua madrasah yang bernaung di bawah organisasi Nahdlatul Wathan. Dan secara khusus nama madrasah tersebut diabadikan menjadi nama pondok pesantren ‘Dar al-Nahdlatain Nahdlatul Wathan’. Istilah ‘Nahdlatain’ diambil dari kedua madrasah tersebut. Beliau aktif berdakwah keliling desa di Pulau Lombok dan mengajar.
http://www.nahdlatulwathan.org/
7. Pondok Pesantren Al Mu’min (wahabiyah)
pondok Pesantren Al Mu’min adalah sebuah pesantren di Ngruki, Solo yang didirikan oleh “enam serangkai”: Abdullah Sungkar, Abu Bakar Ba’asyir, Yoyok Rosywadi, Abdullah Baradja, Abdul Qohar H. Daeng Matase, dan Hasan Basri.
Pondok ini berdiri sejak tahun 1974 di lokasinya hingga sekarang, di selatan terminal angkutan dalam kota Surakarta, Terminal Tipes, namun berada di wilayah administrasi Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo. Setahun sebelumnya ia merupakan sebuah kelompok pengajian kekeluargaan (usrah). Unit dakwah awalnya adalah sebuah siaran radio non-komersial.
8. Pondok Pesantren Al Khairaat (Syafi’iyah, Asy ‘ariyah)
guru besar alalamah sayid idrus bin salim aljufri pendiri sebuah yayasan lembaga pendidikan islam alkahirat, beliau di lahirkan di taris, hadramaut pada14 sya’ban 1309 H bertepatan dengan 15 maret 1881 M, ulama hadramaut yang berhijrah ke indonesia dan menetap di palu (sulawesi tengah). yayasan alkahiraat, yang kini telah memiliki cabang lebih dari 1800 madrasah dan sekolah, terdiri dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, MI, MTS, MA, hingga Universitas.
9.Pondok pesantren Putri Al Kenaniyah (Syafi’iyah, Asy ‘ariyah)
Pondok pesantren ini diresmikan pada tanggal 4 Sya’ban 1414 H/ 16 Januari 1944 M, oleh para Alim Ulama, diantaranya adalah mantan presiden RI ke 4 Bapak KH. Abdurrahman Wahid, KH. Syamsuri Badawi dan KH. Zayadi Muhajir serta beberapa tokoh masyarakat disekitar Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur.
10. Pondok Pesantren La Tansa (non madzab)
Pondok Pesantren La Tansa adalah sebuah pondok pesantren modern yang terletak di daerah Parakansantri, Cipanas, Lebak, Banten. Pesantren ini didirikan oleh Drs. K.H. Ahmad Rifa’i Arief (Almarhum) yang bertindak juga sebagai pemimpin pesantren Daar el-Qolam (Pasir Gintung, Jayanti, Tangerang) saat itu. Kini, setelah pendiri wafat, Pesantren La Tansa dipimpin oleh K.H. Adrian Mafatihullah Karim, MA dan K.H. Sholeh, S.Ag, MM. Lembaga ini bernaung di bawah Yayasan La Tansa Mashiro, yang juga didirikan oleh Drs K.H. Ahmad Rifa’i Arief.
.
Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4475167

Rabu, 16 Oktober 2013

Peta Perangkotan Bandung (Rute Angkot Bandung)

Bingung mau jalan-jalan di bandung?? Males kena maceet berjam-jam??Masih Buta Peta Bandung?? Mending Ngangkooot, hahhaha…ini nih, bagi-bagi tips sekaligus nambah koleksi perbendaharaan perangkotan kita..

Rute Angkot Bandung (cuuuy)
angkot

Hijau – Kuning (01)
ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – CICAHEUM via BINONG (01) – 24 jam
Terminal Kebon Kelapa – Jl. Pungkur – Jl. Karapitan – Jl. Buah Batu – Jl. Banteng – Jl. Sancang – Jl. Lodaya – Jl. Martanegara – Jl. Turangga – Jl. Gatot Subroto – BSM – Binong – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. WR. Supratman – Jl. Katamso – Jl. Pahlawan – Jl. Cikutra – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Terminal Cicaheum
CICAHEUM via BINONG – ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – 24 jam
Terminal Cicaheum – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Cikutra – Jl. Katamso – Jl. WR. Supratman – Jl. Ahmad Yani – Jl. Jakarta – Jl. Kiara Condong – Binong – BSM – Jl. Turangga – Jl. Martanegara – Jl. Lodaya – Jl. Gajah – Jl. Buah Batu – Jl. Gurame – Jl. Moh. Ramdan – Jl. BKR – Jl. Moh. Toha – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa

Hijau – Merah Marun (02)
ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – CICAHEUM via ACEH (02) – 05.00-19.00
Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Jl. Kautamaan Istri – Jl. Balong Gede – Jl. Pungkur – Jl. Karapitan – Jl. Sunda – Jl. Lombok – Jl. Aceh – Jl. Taman Pramuka – Jl. Cendana – Taman WR. Supratman – Jl. Katamso – Jl. Pahlawan – Jl. Cikutra – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Terminal Cicaheum
CICAHEUM – ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) via ACEH (02) – 05.00-19.00
Terminal Cicaheum – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Cikutra – Jl. Katamso – Taman WR. Supratman – Jl. Cendana – Jl. Taman Pramuka – Jl. Aceh – Jl. Lombok – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Tamblong – Jl. Lengkong Besar – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa

Hijau – Oranye
ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – DAGO – 24 jam
Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Jl. Kautamaan Istri – Jl. Balong Gede – Jl. Pungkur – Jl. Karapitan – Jl. Sunda – Jl. Sumbawa – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Aceh – Jl. Sulawesi – Jl. Seram – Jl. RE Martadinata (Riau) – Jl. Ir. H. Juanda (Dago) – RS. Boromeus (Dago) – ITB (Jl. Ganesha, Dago) – Simpang Dago – Terminal Dago
DAGO – ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – 24 jam
Terminal Dago – Jl. H. Juanda (Dago) – Simpang Dago – ITB (Jl. Ganesha, Dago) – RS. Boromeus (Dago) – Jl. Sultan Agung – Jl. Trunojoyo – Jl. RE. Martadinata – BIP (Jl. Merdeka Dago) – Jl. Aceh – Jl. Kalimantan – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Tamblong – Jl. Lengkong Besar – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa
ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – ELANG
Terminal Kebon Kelapa – Jl. Pungkur – Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – Jl. Ciateul – Jl. Astana Anyar – Jl. Panjunan – Jl. Kopo – Jl. Pasir Koja – Jl. Astana Anyar – Jl. Pagarsih – Jl. Nawawi – Jl. Aksan – Jl. Suryani – Jl. Holis – Jl. Bojong Raya – Jl. Cijerah – Jl. Sudirman – Jl. Rajawali Barat – Jl. Elang – Terminal Elang
ELANG – ABDUL MUIS (Kebon Kelapa)
Terminal Elang – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Holis – Jl. Nana Rohana – Jl. Suryani – Jl. Situ Aksan – Jl. Pagarsih – Jl. Kalipah Apo – Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa

Hijau – Biru Muda
ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – LEDENG
Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Jl. Kautamaan Istri – Jl. Balong Gede – Jl. Pungkur – Jl. Karapitan – Jl. Sunda – Jl. Sumbawa – Jl. Lombok – Jl. Banda – Jl. RE Martadinata (Riau) – BIP (Dago) – Jl. Merdeka – Jl. Aceh – Jl. Wastu Kencana – Jl. Rivai – Jl. Cipaganti – Jl. Setiabudi – Jl. Karang Sari – Jl. Sukajadi – Jl. Setiabudi – Terminal Ledeng
LEDENG – ABDUL MUIS (Kebon Kelapa)
Terminal Ledeng – Jl. Setiabudi – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Purnawarman – BEC (Purnawarman) – Jl. Wastu Kencana – Jl. Aceh – Jl. Kalimantan – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Tamblong – Jl. Lengkong Besar – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa

Krem – Hijau
ANTAPANI – CIROYOM – 05.00-22.00
Terminal Antapani – Jl. Cibatu (Antapani) – Jl. Purwakarta (Antapani) – Jl. Jakarta – Jl. Sukabumi – Jl. Laswi – Stadion Persib (Ahmad Yani) – Jl. Ahmad Yani – Jl. Gudang Utara – Jl. Bangka – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Aceh – Jl. Merdeka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Istana Plaza (Pajajaran) – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Ciroyom – Terminal Ciroyom
CIROYOM – ANTAPANI – 05.00-21.00
Terminal Ciroyom – Jl. Ciroyom – Jl. Arjuna – Jl. Pajajaran – Istana Plaza (Pajajaran) – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Purnawarman – BEC (Purnawarman) – Jl. Wastu Kencana – Jl. Aceh – Jl. Kalimantan – Jl. Belitung – Jl. Bangka – Jl. Gudang Utara – Jl. Ahmad Yani – Stadion Persib (Ahmad Yani) – Cicadas (Ahmad Yani) – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta (Antapani) – Jl. Subang (Antapani) – Jl. Cibatu (Antapani) – Terminal Antapani

Biru Tua
BUAH BATU – SEDERHANA (Buah Batu – Kebon Kelapa)
Terminal Buah Batu – Jl. Buah Batu – Jl. Gurame – Jl. Karapitan – Jl. Lengkong Kecil – Jl. Lengkong Besar – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa
BUAH BATU – SEDERHANA (Kebon Kelapa – Sederhana)
Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Jl. Banceuy – Jl. Suniaraja – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung (Stasiun Bandung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Rivai – Jl. Rum – Jl. Gunawan – Jl. Otten – Jl. Pasteur – Jl. Pasir Kaliki (RS. Hasan Sadikin) – Jl. Sederhana – Terminal Sederhana
SEDERHANA – BUAH BATU (Sederhana – Kebon Kelapa)
Terminal Sederhana – Jl. Jurang – Jl. Cemara – Jl. Sukajadi – Jl. Pasir Kaliki (RS. Hasan Sadikin) – Jl. Pasteur – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Jukut – Viaduct – Jl. Braga – Jl. Lembong – Jl. Tamblong – Jl. Lengkong Besar – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa
SEDERHANA – BUAH BATU (Kebon Kelapa – Buah Batu)
Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dalem Kaum – Jl. Lengkong Besar – Jl. Cikawao – Jl. Buah Batu – Jl. Banteng – Jl. Gajah – Jl. Buah Batu – Terminal Buah Batu
BUMI ASRI – CIROYOM
Bumi Asri – Jl. Cijerah – Jl. Bojong Raya – Jl. Holis – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Sudirman – Jl. Rajawali Barat – Jl. Rajawali Timur – Jl. Kebon Jati – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Wastu Kencana – Jl. Rivai – Jl. Cipto – Jl. Pasir Kaliki – Istana Plaza (Pasir Kaliki) – Jl. Pajajaran – Jl. Arjuna – Jl. Supadio – Jl. Ciroyom – Terminal Ciroyom
CIROYOM – BUMI ASRI
Terminal Ciroyom – Jl. Ciroyom – Jl. Garuda – Jl. Sudirman – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Holis – Jl. Bojong Raya – Jl. Cijerah – Bumi Asri

Putih – Oranye – Hijau
CARINGIN – DAGO
Pasar Induk Caringin – Jl. Babakan Ciparay – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Sukamulya – Jl. Terusan Jamika – Jl. Jamika – Jl. Sudirman – Jl. Guanan – Jl. Kebon Jati – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Purnawarman – UNISBA & UNPAS (Tamansari) – Jl. Tamansari – Jl. Cikapayang – Jl. Surapati (Suci) – Jl. Pahlawan – Jl. Cikutra Barat – Jl. Cigadung Raya – Terminal Dago
DAGO – CARINGIN
Terminal Dago – Jl. Cigadung Raya – Jl. Cikutra Barat – Jl. Pahlawan – Jl. Surapati (Suci) – Jl. Cikapayang – Jl. Tamansari – Jl. Sawunggaling – Jl. Rangga Gading – UNISBA & UNPAS (Tamansari) – Jl. Tamansari – Jl. Wastu Kencana – Jl. Purnawarman – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Rivai – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Arjuna – Jl. Supadio – Jl. Ciroyom – Jl. Rajawali Timur – Jl. Kebon Jati – Jl. Waringin – Jl. Sudirman – Jl. Jamika – Jl. Terusan Jamika – Jl. Sukamulya – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Babakan Ciparay – Pasar Induk Caringin (Sukarno-Hatta)

Biru Muda – Hijau
CARINGIN – SADANG SERANG
Terminal Caringin – Jl. Caringin – Jl. Holis – Jl. Bojong Raya – Jl. Cijerah – Jl. Sudirman – Jl. Rajawali Barat – Jl. Garuda – Jl Abdul Rahman Saleh – Jl. Pajajaran – Jl. Pandu – Jl. Rajiman – Jl. Rivai – Jl. Wastu Kencana – Jl. Tamansari – Jl. Ganesha – Jl. Ir. H. Juanda (Dago) – Jl. TB. Ismail – Jl. Sadang Serang – Terminal Sadang Serang
SADANG SERANG – CARINGIN
Terminal Sadang Serang – Jl. Serang Serang – Jl. Tubagus Ismail – Simpang Dago – Jl. Tamansari – Jl. Sawunggaling – Jl. Tamansari – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Purnawarman – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kresna – Jl. Bima – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Sudirman – Jl. Cijerah – Jl. Bojong Raya – Jl. Holis – Jl. Caringin – Terminal Caringin

Merah – strip Putih
CIBADUYUT – CICAHEUM
Terminal Cibaduyut – Jl. Cibaduyut – Jl. Kopo – Terminal Leuwi Panjang (Sukarno-Hatta) – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – *Jl. WR. Supratman – *Jl. Katamso – *Jl. Pahlawan – *Jl. Cikutra – *Jl. PHH. Mutofa (Suci) – *Terminal Cicaheum
CICAHEUM – CIBADUYUT
*Terminal Cicaheum – *Jl. PHH. Mustofa (Suci) – *Jl. Katamso – *Jl. WR. Supratman – *Jl. Ahmad Yani – Jl. Jakarta – Jl. Kiara Condong – Jl. Sukarno-Hatta – Terminal Leuwi Panjang (Sukarno-Hatta) – Jl. Kopo – Jl. Cibaduyut – Terminal Cibaduyut
*hampir tidak pernah dilewati

Kuning
CIBADUYUT – KARANG SETRA (Cibaduyut – Kebon Kalapa)
Jl. Cibaduyut – Jl. Bojongloa – Jl. Peta – Jl. BKR – Jl. Moh. Toha – Jl. Pungkur – Terminal Kebon Kalapa
CIBADUYUT – KARANG SETRA (Kebon Kalapa – Karang Setra)
Terminal Kebon Kalapa – Jl. Pasir Koja – Jl. Pajagalan – Jl. Gardu Jati – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Sukajadi – Karang Setra
KARANG SETRA – CIBADUYUT (Karang Setra – Kebon Kalapa)
Karang Setra – Jl. Sukajadi – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati – Jl. Dulatip – Jl. Sudirman – Jl. Astana Anyar – Jl. Pasir Koja – Terminal Kebon KalapaKARANG SETRA – CIBADUYUT (Kebon Kalapa – Cibaduyut)
Terminal Kebon Kalapa – Jl. Otto Iskandardinata – Jl. Peta – Jl. Bojongloa – Jl. Cibaduyut

Hijau – Biru
CIBIRU – CICADAS
Terminal Cibiru – Jl. Sukarno-Hatta – Pasar Induk Gede Bage (Sukarno-Hatta) – Riung Bandung (Sukarno-Hatta) – Metro (Sukarno-Hatta) – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. Ahmad Yani – Cicadas (Ahmad Yani)
CICADAS – CIBIRU
Cicadas (Ahmad Yani) – Jl. Kiara Condong – Jl. Sukarno-Hatta – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Metro (Sukarno-Hatta) – Riung Bandung (Sukarno-Hatta) – Pasar Induk Gede Bage (Sukarno-Hatta) – Terminal Cibiru
CIBOGO – ELANG
Cibogo – Jl. Hercules – Jl. Pinggir Tol – Jl. Sukawarna – Jl. Suparmin – Jl. Sebelah IPTN – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Sudirman – Elang
ELANG – CIBOGO
Elang – Jl. Rajawali Timur – Jl. Garuda – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Pajajaran – Jl. Sebelah IPTN – Jl. Suparmin – Jl. Sukawarna – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Pinggir Tol – Jl. Hercules – Cibogo

Hijau – strip Krem
CIBURIAL – CIROYOM (angkot jarang)
Ciburial (Dago Atas) – Terminal Dago – Jl. H. Juanda (Dago) – Simpang Dago – ITB (Jl. Ganesha, Dago) – RS. Boromeus (Dago) – Jl. Sulanjana – Jl. Tamansari – Jl. Sawunggaling – Jl. Tamansari – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Ciroyom – Terminal Ciroyom
CIROYOM – CIBURIAL (angkot jarang)
Terminal Ciroyom – Jl. Ciroyom – Jl. Arjuna – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. Tamansari – Jl. Sulanjana – Jl. H. Juanda (Dago) – RS. Boromeus (Dago) – ITB (Jl. Ganesha) – Simpang Dago – Terminal Dago – Ciburial (Dago Atas)

Merah – Hijau
CICADAS – ELANG
Cicadas – Jl. Kiara Condong – Jl. Gatot Subroto – Jl. Burangrang – Jl. Sadakeling – Jl. Buah Batu – Jl. Gurame – Jl. Karapitan – Jl. Lengkong Kecil – Jl. Lengkong Besar – Jl. Pungkur – Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Alun-Alun – Jl. Banceuy – Jl. Suniaraja – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Dadali – Jl. Kasuari – Jl. Rajawali Barat – Elang
ELANG – CICADAS
Elang – Jl. Rajawali Timur – Jl. Kebon Jati – Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – Jl. Ciateul – Jl. Moh. Toha – Jl. Pungkur – Terminal
Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Jl. Dalem Kaum – Jl. Lengkong Besar – Jl. Cikawao – Jl. Sadakeling – Jl. Burangrang – Jl. Gatot Subroto – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. Ahmad Yani – Cicadas

Hijau – strip Oranye (Kijang)
CICAHEUM – CIROYOM
Terminal Cicaheum – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Surapati (Suci) – Lapangan Gasibu (Surapati) – Jl. Panatayuda – Jl. Dipati Ukur – Simpang Dago – Jl. Sumur Bandung – Jl. Tamansari – Jl. Siliwangi – Jl. Cihampelas – Jl. Eyckman – RS. Hasan Sadikin – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Ciroyom – Terminal Ciroyom
CIROYOM – CICAHEUM
Terminal Ciroyom – Jl. Ciroyom – Jl. Arjuna – Jl. Pajajaran – Jl. Pasir Kaliki – RS Hasan Sadikin – Jl. Eyckman – Jl. Cipaganti – Jl. Setiabudi – Jl. Cihampelas – Jl. Siliwangi – Simpang Dago – Jl. Dipati Ukur – Jl. Singa Perbangsa – Monumen Perjuangan – Jl. Japati – Lapangan Gasibu (Surapati) – Jl. Surapati (Suci) – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Terminal Cicaheum

Coklat – Putih (Kijang)
CICAHEUM – CIWASTRA
*Terminal Cicaheum – *Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Surapati (Suci) – Jl. Sentot Alibasyah – Jl. Diponegoro – Jl. WR. Supratman – Jl. Ahmad Yani – Jl. Jakarta – Jl. Kiara Condong – Jl. Terusan Kiara Condong – Jl. Margacinta – Jl. Ciwastra – Terminal Ciwastra
CIWASTRA – CICAHEUM
Terminal Ciwastra – Jl. Ciwastra – Jl. Margacinta – Jl. Terusan Kiara Condong – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. WR. Supratman – Jl. Diponegoro – Jl. Sentot Alibasyah Lapangan Gasibu – Jl. Surapati (Suci) – *Jl. PHH. Mustofa (Suci) – *Terminal Cicaheum
*tidak pernah dilewati

Hijau – Putih
CICAHEUM – CILEUNYI
**Jl. Garuda – **Jl. Kebon Jati – **Jl. Suniaraja – **Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – **Jl. ABC – **Jl. Naripan – **Jl. Sunda – **Jl. Veteran – **Jl. Ahmad Yani – **Pasar Kosambi (Ahmad Yani) – **Cicadas (Ahmad Yani) – Terminal Cicaheum – Jl. AH. Nasution – Sindanglaya (Nasution) – Ujung Berung (Nasution) – Cilengkrang (Nasution) – Jl. Cibiru – Batas Kotamadya Bandung- Jl. Cinunuk – Jl. Cileunyi – Terminal Cileunyi – *Pintu Tol Cileunyi
CILEUNYI – CICAHEUM
Terminal Cileunyi – Jl. Cileunyi – Jl. Cinunuk – Batas Kotamadya Bandung – Jl. Cibiru – Jl. AH. Nasution – Cilengkrang (Nasution) – Ujung Berung (Nasution) – Sindanglaya (Nasution) – Terminal Cicaheum – **Jl. Ahmad Yani – **Cicadas (Ahmad Yani) – **Jl. Kiara Condong – **Jl. Jakarta – **Jl. Ahmad Yani – **Pasar Kosambi (Ahmad Yani) – **Jl. Asia-Afrika – **Jl. Sudirman
**lewat pukul 20.00-05.00

Hijau – Hitam (06)
CICAHEUM – LEDENG
Terminal Cicaheum – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Katamso – Jl. WR. Supratman – Jl. Diponegoro – Jl. Sulanjana – Jl. Tamansari – Jl. Siliwangi – Jl. Cihampelas – Jl. Lamping – Jl. Cipaganti – Jl. Setiabudi – Jl. Karang Sari – Jl. Sukajadi – Jl. Setiabudi – Terminal Ledeng
LEDENG – CICAHEUM
Terminal Ledeng – Jl. Setiabudi – Jl. Cihampelas – Jl. Siliwangi – Jl. Sumur Bandung – Jl. Tamansari – Jl. Sulanjana – Jl. Diponegoro – Jl. WR. Supratman – Jl. Katamso – Jl. Pahlawan – Jl. Cikutra – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Terminal Cicaheum

abu-abu
CIJERAH – CIWASTRA
Jl. Cijerah – Jl. Bojong Raya – Jl. Holis – Jl. Caringin – Jl. Kopo – Jl. Peta – Jl. BKR – Jl. Moh. Ramdan – Jl. Sadakeling – Jl. Talaga Bodas – Jl. Pelajar Pejuang – Jl. Martanegara – Jl. Reog – Jl. Karawitan – Jl. Kliningan – Jl. Buah Batu – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Terusan Kiara Condong – Jl. Margacinta – Jl. Ciwastra – Terminal Ciwastra
CIWASTRA – CIJERAH
Terminal Ciwastra – Jl. Ciwastra – Jl. Margacinta – Jl. Terusan Kiara Condong – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Buah Batu – Jl. Kliningan – Jl. Karawitan – Jl. Reog – Jl. Martanegara – Jl. Lodaya – Jl. Sadakeling – Jl. Buah Batu – Jl. Moh. Ramdan – Jl. BKR – Jl. Peta – Jl. Bojongloa – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Caringin – Jl. Holis – Jl. Bojong Raya – Jl. Cijerah
CIJERAH – SEDERHANA
Jl. Melong Asih – Jl. Cijerah – Jl. Sudirman – Jl. Rajawali Barat – Jl. Garuda – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Pajajaran – Jl. Pandu – Jl. Dursasana – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Sederhana
SEDERHANA – CIJERAH
Jl. Sederhana – Jl. Pasir Kaliki – Istana Plaza (Pasir Kaliki) – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Sudirman – Jl. Cijerah – Jl. Melong Asih
CIKUDAPATEUH – CIROYOM
Jl. Cikudapateuh – Jl. Kembang Sepatu – Jl. Tarate – Jl. Samboja – Jl. Laswi – Jl. Gatot Subroto – Jl. Malabar – Jl. Buah Batu – Jl. Gurame – Jl. Moh. Ramdan – Jl. BKR – Jl. Peta – Jl. Kopo – Jl. Pasir Koja – Jl. Astana Anyar – Jl. Cibadak – Jl. Sudirman – Jl. Guanan – Jl. Kebon Jati – Jl. Arjuna – Terminal Ciroyom
CIROYOM – CIKUDAPATEUH
Terminal Ciroyom – Jl. Arjuna – Jl. Kebon Jati – Jl. Gardu Jati – Jl. Astana Anyar – Jl. Kopo – Jl. Peta – Jl. BKR – Jl. Moh. Ramdan – Jl. Banteng – Jl. Ahmad Yani – Jl. Cikudapateuh

Hijau – strip Oranye
CIMAHI – ST HALL
CIMINDI – SEDERHANA
Cimindi – Jl. Gunung Batu – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Cipedes Kidul – Jl. Sukajadi – Jl. Cemara – Jl. Jurang – Sederhana
SEDERHANA – CIMINDI
Jl. Sederhana – Jl. Sukajadi – Jl. Sukagalih – Jl. Cipedes Kidul – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Gunung Batu – Cimindi
CIROYOM – SARIJADI
Terminal Ciroyom – Jl. Arjuna – Jl. Pajajaran – Jl. Baladewa – Jl. Dursasana – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Sukajadi – Jl. Sindang Sirna – Jl. Sindang Sirna – Jl. Geger Kalong Hilir – Jl. Sari Endah – Jl. Sari Jadi – Jl. Sari Manah (Sarijadi) – Jl. Sari Wangi (Sarijadi) – Terminal Sarijadi
SARIJADI – CIROYOM
Terminal Sarijadi – Jl. Sari Wangi (Sarijadi) – Jl. Sari Manah (Sarijadi) – Jl. Sari Asih (Sarijadi) – Jl. Sari Jadi – Jl. Geger Kalong Hilir – Jl. Cipedes – Jl. Sindang Sirna – Jl. Sirnagalih – Jl. Sukajadi – Jl. Sukamaju – Jl. Sederhana – RS. Hasan Sadikin – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Ciroyom – Terminal Ciroyom

Ungu – Hijau
CISITU – TEGALEGA – 05.00-21.00
Terminal Cisitu – Jl. Cisitu Lama VIII – Jl. Cisitu – Jl. Sangkuriang – Jl. Siliwangi – Jl. Sumur Bandung – Jl. Tamansari – Jl. Siliwangi – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati – Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun – Jl. Dulatip – Pasar Baru – Jl. Sudirman – Jl. Astana Anyar – Jl. Kalipah Apo – Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – Terminal Tegalega
TEGALEGA – CISITU – 05.00-21.00
Terminal Tegalega – Jl. Astana Anyar – Jl. Panjunan – Jl. Kopo – Jl. Pasir Koja – Jl. Pajagalan?? – Jl. Gardu Jati – Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – UNISBA & UNPAS (Tamansari) – Jl. Tamansari – ITB – Jl. Siliwangi – Jl. Sangkuriang – Jl. Cisitu – Jl. Cisitu Lama – Jl. Cisitu Lama VIII – Terminal Cisitu
CIUMBULEUIT – ST. HALL
Terminal Ciumbuleuit – Jl. Ciumbuleuit – UNPAR (Ciumbuleuit) – Jl. Cihampelas – Jl. Bapa Husen – Jl. Sederhana – Jl. Pasir Kaliki – RS. Hasan Sadikin – Jl. Pasteur – Jl. Cihampelas – Jl. Rivai – Jl. Cipto – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati – Terminal Stasiun
ST. HALL – CIUMBULEUIT
Terminal Stasiun – Jl. Suniaraja – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Rivai – Jl. Cipaganti – Jl. Eyckman – Jl. Sederhana – Jl. Sempuna – Jl. Cipaganti – Jl. Setiabudi – Jl. Ciumbuleuit – UNPAR (Ciumbuleuit) – Terminal Ciumbuleuit
CIWASTRA – TEGALEGA
Terminal Ciwastra – Jl. Ciwastra – Jl. Margacinta – Jl. Terusan Buah Batu – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Moh. Toha – Jl. Pungkur – Terminal Kebon Kelapa – Jl. Otto Iskandardinata – Terminal Tegalega
TEGALEGA – CIWASTRA
Terminal Tegalega – Jl. Tegalega – Jl. Moh. Toha – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Terusan Buah Batu – Jl. Margacinta – Jl. Ciwastra – Terminal Ciwastra

Biru Muda – Kuning
CIWASTRA – UJUNG BERUNG PP.
Terminal Ciwastra – Riung Bandung – Jl. Sukarno-Hatta – Guruminda – Jl. Cisaranten – Jl. Cicukang – Jl. AH. Nasution (Raya Ujung Berung) – Pasar Ujung Berung

Putih – Hijau
DAGO – RIUNG BANDUNG
Terminal Dago – Jl. Ir. H. Juanda (Dago) – Simpang Dago – Jl. Dipati Ukur – Jl. Panatayuda – Jl. Surapati (Suci) – Jl. Sentot Alibasyah – Jl. Diponegoro – Jl. Citarum – Jl. RE. Martadinata – Jl. Laswi – Jl. Sukabumi – Jl. Ahmad Yani – Jl. Kiara Condong – Jl. Sukarno-Hatta – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Metro (Sukarno-Hatta) – Jl. Cipamolokan (Riung Bandung) – Jl. Riung Bandung – Terminal Riung Bandung
RIUNG BANDUNG – DAGO
Terminal Riung Bandung – Jl. Riung Bandung – Jl. Cipamolokan (Riung Bandung) – Jl. Sukarno-Hatta – Metro (Sukarno-Hatta) – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. Sukabumi – Jl. Laswi – Jl. RE. Martadinata – Jl. Anggrek – Jl. Gudang Utara – Jl. Patra Komala – Jl. Belitung – Jl. Banda – Jl. Diponegoro – Jl. Aria Jipang – Jl. Surapati (Suci) – Jl. Panatayuda – Jl. Dipati Ukur – Simpang Dago – Jl. Ir. H. Juanda – Terminal Dago

Hijau – Oranye
DAGO – ST. HALL
Terminal Dago – Jl. Ir. H. Juanda – Simpang Dago – ITB (Jl. Ganesha, Dago) – RS Boromeus (Dago) – BIP (Merdeka) – Jl. Merdeka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Braga – Jl. Suniaraja – Jl. Stasiun Barat (Stasiun Bandung)
ST. HALL – DAGO
Jl. Stasiun Barat (Stasiun Bandung) – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Ir. H. Juanda – RS Boromeus (Dago) – ITB (Jl. Ganesha, Dago) – Simpang Dago – Terminal Dago
Putih – Kuning – Hijau
DIPATI UKUR – PANGHEGAR
Terminal Dipati Ukur – Jl. Hasanudin – Jl. Ir. H. Juanda – RS. Boromeus – Jl. Ganesha – ITB – Jl. Tamansari – Jl. Sawunggaling – UNISBA & UNPAS (Tamansari) – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Banda – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Veteran – Jl. Ahmad Yani – Pasar Kosambi (Ahmad Yani) – Cicadas (Ahmad Yani) – Terminal Cicaheum – Jl. AH. Nasution – Sindanglaya (Nasution) – Ujung Berung (Nasution) – Jl. Cicukang – Jl. Cisaranten – Panghegar
PANGHEGAR – DIPATI UKUR
Terminal Panghegar – Jl. Cisaranten – Jl. Cicukang – Jl. AH. Nasution (Raya Ujung Berung) – Sindanglaya (Nasution) – Terminal Cicaheum – Jl. Ahmad Yani – Cicadas (Ahmad Yani) – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. Sukabumi – Jl. Laswi – Jl. RE. Martadinata – Jl. Ambon – Masjid Istiqamah – Jl. Cisanggarung – Jl. Cimanuk – Jl. Cimandiri – Jl. Cimalaya – Jl. Diponegoro – Jl. Sulanjana – Jl. Tamansari – Jl. Ganesha – ITB – RS. Boromeus – Jl. Hasanudin – Jl. Dipati Ukur – Terminal Dipati Ukur

Hijau muda – Hijau
GEDE BAGE – ST. HALL
Pasar Induk Gede Bage – Jl. Sukarno-Hatta – Riung Bandung (Sukarno-Hatta) – Metro (Sukarno-Hatta) – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Jl. Buah Batu – Jl. Kliningan – Jl. Karawitan – Jl. Mas Kumambang – Jl. Martanegara – Jl. Pelajar Pejuang – Jl. Talaga Bodas – Jl. Malabar – Jl. Ahmad Yani – Pasar Kosambi (Ahmad Yani) – Jl. Sunda – Jl. Sumbawa – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Aceh – Jl. Merdeka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati – Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun
ST. HALL – GEDE BAGE
Terminal Stasiun – Jl. Dulatip – Pasar Baru – Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – Jl. Kepatihan – Jl. Dewi Sartika – Jl. Dalem Kaum – Alun-Alun (Asia Afrika) – Jl. Banceuy – Jl. ABC – Jl. Naripan – Jl. Sunda – Jl. Veteran – Jl. Ahmad Yani – Jl. Gatot Subroto – Jl. Burangrang – Jl. Halimun – Jl. Malabar – Jl. Talaga Bodas – Jl. Pelajar Pejuang – Jl. Martanegara – Jl. Reog – Jl. Karawitan – Jl. Kliningan – Jl. Buah Batu – Jl. Sukarno-Hatta – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Metro (Sukarno-Hatta) – Riung Bandung (Sukarno-Hatta) – Pasar Induk Gede Bage

Biru Muda – Hijau
GUNUNG BATU – ST. HALL
Terminal Gunung Batu – Jl. Gunung Batu – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Westhoff – Jl. Pasteur – BEC (Pasteur) – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati – Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun
ST. HALL – GUNUNG BATU
Terminal Stasiun – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Rivai – Jl. Rum – Jl. Gunawan – Jl. Otten – Jl. Pasteur – BEC (Pasteur) – Jl. Westhoff – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Gunung Batu – Terminal Gunung Batu

Biru – strip Kuning (Kijang)
LEDENG – MARGAHAYU
Terminal Ledeng – Jl. Setiabudi – Jl. Karang Sari – Jl. Sukajadi – Jl. Cemara – Jl. Jurang – Jl. Sederhana – Jl. Eyckman – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Ahmad Yani – Cicadas (Ahmad Yani) – Jl. Kiara Condong – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Ranca Bolang (Margahayu Raya) – Terminal Margahayu
MARGAHAYU – LEDENG
Terminal Margahayu – Jl. Ranca Bolang (Margahayu Raya) – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. WR. Supratman – Jl. Cendana – Jl. Taman Pramuka – Jl. RE. Martadinata – ??? – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Rivai – Jl. Cipaganti – Jl. Setiabudi – Jl. Karang Sari – Jl. Sukajadi – Jl. Setiabudi – Terminal Ledeng

Krem (Colt)
LEMBANG – ST HALL
Terminal Lembang – Jl. Lembang – Terminal Ledeng – Jl. Setiabudi – Jl. Sukawangi – Jl. Sukajadi – RS. Hasan Sadikin – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jukut – Terminal Stasiun
ST. HALL – LEMBANG
Terminal Stasiun – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – RS. Hasan Sadikin – Jl. Sukajadi – Jl. Setiabudi – Terminal Ledeng – Jl. Lembang – Terminal Lembang

Pink – Hijau (23)
PANYILEUKAN – SEKEMIRUNG (Gedebage – Simpang Dago) – 05.00-21.00
Pasar Induk Gede Bage (Sukarno-Hatta) – Jl. Rumah Sakit – Jl. AH. Nasution – Ujung Berung (Nasution) – Sindanglaya (Nasution) – Terminal Cicaheum – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Cikutra – Jl. Pahlawan – Jl. Surapati (Suci) – Lapangan Gasibu (Surapati) – Jl. Panatayuda – Jl. Dipati Ukur – Jl. Ki Gede Utama – Jl. Hasanudin – RS. Boromeus (Juanda) – Jl. Ir. H. Juanda – Simpang Dago – *Jl. TB. Ismail – *Jl. Sadang Serang – *Jl. Cikutra Barat – *Jl. Cikondang – *Jl. Cibeunying Kolot – *Jl. Cigadung Raya – *Terminal Awiligar
SEKEMIRUNG – PANYILEUKAN (Simpang Dago – Gedebage) – 05.00-21.00
*Terminal Awiligar – *Jl. Cigadung Raya – *Jl. Cibeunying Kolot – *Jl. Cikondang – *Jl. Cikutra Barat – *Jl. Sadang Serang – *Jl. TB. Ismail – Simpang Dago (Juanda) – Jl. Ir. H. Juanda – RS. Boromeus (Juanda) – Jl. Hasanudin – Jl. Pager Gunung – Jl. Dipati Ukur – Jl. Panatayuda – Jl. Surapati (Suci) – Lapangan Gasibu (Surapati) – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Terminal Cicaheum – Jl. AH. Nasution – Sindanglaya (Nasution) – Ujung Berung (Nasution) – Jl. Rumah Sakit – Pasar Induk Gede Bage (Sukarno-Hatta)
*tidak selalu lewat

Hijau – Kuning (Kijang)
SADANG SERANG – ST. HALL
Terminal Sadang Serang – Jl. Cikutra Barat – Jl. Pahlawan – Jl. Katamso – Jl. WR. Supratman – Jl. Citarum – Jl. Lombok – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Aceh – Jl. Merdeka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Braga – Jl. Suniaraja – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun
ST. HALL – SADANG SERANG
Terminal Stasiun – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Perintis Kemerdekaan – Braga – Jl. Lembong – Jl. Veteran – Jl. Sunda – Jl. Sumbawa – Jl. Lombok – Jl. Citarum – Jl. WR. Supratman – Jl. Katamso – Jl. Pahlawan – Jl. Cikutra Barat – Terminal Sadang Serang

Biru Muda – Hijau
SARIJADI – ST. HALL
Terminal Sarijadi – Jl. Sari Asih (Sarijadi) – Jl. Sari Manah (Sarijadi) – Jl. Sari Wangi (Sarijadi) – Jl. Sari Rasa (Sarijadi) – Jl. Surya Sumantri – Universitas Maranatha (Surya Sumantri) – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati – Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun
ST. HALL – SARIJADI
Terminal Stasiun – Jl. Suniaraja – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawun) – Jl. Pasir Kaliki – Istana Plaza (Pasir Kaliki) – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – BTC (Pasteur) – Jl. Surya Sumantri – Universitas Maranatha (Surya Sumantri) – Jl. Lemah Nendeut (Sarijadi) – Jl. Sari Rasa (Sarijadi) – Jl. Sari Wangi (Sarijadi) – Jl. Sari Manah (Sarijadi) – Jl. Sari Asih (Sarijadi) – Terminal Sarijadi

Selamaat jalaan-jalan di kota Bandung :) 

sumber:  http://alfabetatetameta.wordpress.com/2013/04/20/98/

Rabu, 05 Juni 2013

PERKEMBANGAN GENERASI ANDROID PLUS KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

apasih itu android? bagaimana perkembangan dewasa ini? nah menjawab pertanyaan itu. berikut ini saya akan ulas mengenai OS android yang sedang berkembang dan diduga kuat akan menggeser ketenaran blackberry. digandrungi oleh pecinta software2 gratis yang banyak membantu keperluan kerja dan komunikasi

android adalah sistem operasi untuk mobile yang berbasis linux, artinya OS ini bersifat opensource dan menyediakan platform yang terbuka bagi para pengembang yang ingin memodifikasi sistem operasi ini, awal kelahiran dari android ini yaitu suatu perusahaan google.inc membeli android.inc yang dulu android adalah sistem operasi biasa belum untuk mobile, setelah di beli oleh google , maka google berinisiatif untuk membuat sistem operasi mobile dari piranti lunak android tersebut, setelah di buat di beri nama os ini yaitu open handset allince. awal saat perilisan android ini yaitu tanggal 5 november 2007.

berikut ini adalah perkembangan software android dari versi awal sampai akhir :
Android versi 1.1
Android versi 1.5 (Cupcake)
Android versi 1.6 (Donut)
Android versi 2.0/2.1(Eclair)
Android versi 2.2 (Froyo)
Android versi 2.3 (GingerBread)
Android versi 3.o (HoneyComb)
Android versi 4.o (Ice Cream Sandwich)


Perkembangan Software Android

sejarah perkembangan android
  
Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.

Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.


           Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).



Kerjasama dengan Android Inc.

Pada Juli 2000, Google bekerjasama dengan Android Inc., perusahaan yang berada di Palo Alto, California Amerika Serikat. Para pendiri Android Inc. bekerja pada Google, di antaranya Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Saat itu banyak yang menganggap fungsi Android Inc. hanyalah sebagai perangkat lunak pada telepon seluler. Sejak saat itu muncul rumor bahwa Google hendak memasuki pasar telepon seluler. Di perusahaan Google, tim yang dipimpin Rubin bertugas mengembangkan program perangkat seluler yang didukung oleh kernel Linux. Hal ini menunjukkan indikasi bahwa Google sedang bersiap menghadapi persaingan dalam pasar telepon seluler.

Versi Android terbaru yaitu versi 3.0.1 Android juga sudah bergabung dengan beberapa smart mobile seperti Samsung, Sony Ericsson dan lainnya.

2007-2008: Produk awal

Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar GSM yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010).

Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat bergerak (mobile) yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru.


Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android.

Android versi 1.1

Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.

[ Android versi 1.5 (Cupcake)

Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.

 Android versi 1.6 (Donut)

Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.

Android versi 2.0/2.1 (Eclair)

Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.

Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps - aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.


Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs Internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.

Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)

Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan. Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.

 Android versi 2.3 (Gingerbread)

Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan. Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu.

 Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)

Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis. Tablet pertama yang dibuat dengan menjalankan Honeycomb adalah Motorola Xoom. Perangkat tablet dengan platform Android 3.0 akan segera hadir di Indonesia. Perangkat tersebut bernama Eee Pad Transformer produksi dari Asus. Rencana masuk pasar Indonesia pada Mei 2011.

 Android versi 4.0 (ICS :Ice Cream Sandwich)

Diumumkan pada tanggal 19 Oktober 2011, membawa fitur Honeycomb untuk smartphone dan menambahkan fitur baru termasuk membuka kunci dengan pengenalan wajah, jaringan data pemantauan penggunaan dan kontrol, terpadu kontak jaringan sosial, perangkat tambahan fotografi, mencari email secara offline, dan berbagi informasi dengan menggunakan NFC.
 Kelebihan dan Kehebatan Handphone Android
  • Multitasking – Yups, ponsel Android bisa menjalankan berbagai aplikasi, itu artinya Anda bisa browsing, Facebookan sambil dengerin lagu.
  • Kemudahan dalam Notifikasi – Setiap ada SMS, Email, atau bahkan artikel terbaru dari RSS Reader, akan selalu ada notifikasi di Home Screen Ponsel Android, tak ketinggalan Lampu LED Indikator yang berkedip-kedip, sehingga Anda tidak akan terlewatkan satu SMS, Email ataupun Misscall sekalipun.
  • Akses Mudah terhadap Ribuan Aplikasi Android lewat Google Android App Market – Kalau Anda seneng install aplikasi ataupun games, lewat Google Android App Market Anda bisa mendownload berbagai aplikasi dengan gratis. Ada banyak ribuan aplikasi  dan games yang siap untuk Anda download di ponsel Android.
  • Pilihan Ponsel yang beranekaragam - Bicara ponsel Android, akan terasa ‘beda’ dibandingkan dengan iOS, jika iOS hanya terbatas pada iPhone dari Apple, maka Android tersedia di ponsel dari berbagai produsen, mulai dari Sony Ericsson, Motorola, HTC sampai Samsung. Dan setiap pabrikan ponsel pun menghadirkan ponsel Android dengan gaya masing-masing, seperti Motorola dengan Motoblur-nya, Sony Ericsson dengan TimeScape-nya. Jadi Anda bisa leluasa memilih ponsel Android sesuai dengan ‘merk’ favorite.
  • Bisa menginstal ROM yang dimodifikasi – tak puas dengan tampilan standar Android, jangan khawatir ada banyak Costum ROM yang bisa Anda pakai di ponsel Android.
  • Widget – benar sekali, dengan adanya Widget di homescreen, Anda bisa dengan mudah mengakses berbagai setting dengan cepat dan mudah.
  • Google Maniak – Jika Anda pengguna setia layanan Google mulai dari Gmail sampai Google Reader, ponsel Android telah terintegrasi dengan layanan Google, sehingga Anda bisa dengan cepat mengecek email dari gMail.
Kekurangan dan Kelemahan Ponsel Android
Tak bisa dipungkiri disamping kelebihan tentu saja ada kekurangan dari sistem operasi Android ini.
  • Koneksi Internet yang terus menerus – Yups, kebanyakan ponsel Android memerlukan koneksi internet yang simultan alias terus menerus aktif.
  • Iklan – Aplikasi di Ponsel Android memang bisa didapatkan dengan mudah dan gratis, namun konsekuensinya di setiap Aplikasi tersebut, akan selalu Iklan yang terpampang, entah itu bagian atas atau bawah aplikasi


source:
http://numpanglewat-hanggoro.blogspot.com
http://weeptrick.blogspot.com
http://ariefokebanget.blogspot.com

Minggu, 14 Oktober 2012

Cara Meningkatkan Daya Saing Bisnis


Tips Pemasaran Daya Saing Bisnis
Tips Pemasaran Daya Saing Bisnis
Cara Meningkatkan Daya Saing Bisnis - Tips Pemasaran Meningkatkan Daya Saing Bisnis
Berikut ini adalah beberapa hal penting yang perlu dilakukan dalam usaha untuk meningkatkan daya saing bisnis
1. Selalu Aktif mengamati perkembangan pasar, produk, jasa
Perubahan kebutuhan dan minat para konsumen tentunya menjadi salah satu faktor penting karena untuk bisa memberikan nilai tambah bagi konsumen
Lakukanlah survey pasar secara rutin agar bisa meng-upgrade kualitas produk dan jasa yang Anda tawarkan. Sebagai Contoh dalam menjalankan bisnis kuliner, saat ini banyak konsumen yang senang dengan pelayanan cepat, mudah, dan murah. Tentunya para pelaku bisnis kuliner dapat menawarkan jasa delivery order untuk memancing minat konsumen dan meningkatkan daya saing bisnisnya di tengah ketatnya persaingan pasar.
2. Aktif dalam mempromosikan produk
Ketika brand bisnis Anda sudah dikenal maka tidak menutup kemungkinan bila kepercayaan konsumen akan terbangun. Bahkan, mereka tidak segan-segan untuk loyal terhadap produk Anda dan mempromosikannya kepada orang lain di sekitarnya. Dengan strategi promosi inilah Starbuck Coffe berhasil memenangkan persaingan dan dikenal para konsumen hingga berbagai belahan negara.
3. Aktif mencari tahu kelemahan dan kelebihan pesaing
Hal ini bertujuan agar bisa mengetahui seberapa besar potensi Anda untuk memenangkan persaingan pasar, serta memanfaatkan kelemahan pesaing untuk mengangkat kelebihan produk Anda.
4. Mempertahankan kekuatan produk Anda
Apabila produk Anda sudah mengena di hati konsumen, maka peluang mereka untuk berpaling ke produk lain sangatlah kecil. Strategi inilah produk Pepsodent berhasil menguasai pasar dan menjadi salah satu merek pasta gigi yang banyak dipilih para konsumen.
5. Selalu Berani mengambil tantangan
Banyak pelaku usaha yang mengambil tantangan besar untuk meningkatkan daya saing bisnisnya dan untuk menarik minat konsumen, dengan menawarkan inovasi-inovasi baru yang belum pernah ditemui para konsumen. Misalnya saja seperti memproduksi barang atau jasa unik yang belum ada di pasaran, atau bisa juga mengadakan event promosi besar-besaran yang melibatkan para konsumen.


Baca sumber lengkapnya di: http://cara-membuat.net/cara-meningkatkan-daya-saing-bisnis#ixzz29GIV3YiS

Senin, 01 Oktober 2012

Kalender Multikultural 2012 (Masehi, Hijriyah, Jawa, Bali, Cina, Batak)

Kalender Multikultural 2012 (Masehi, Hijriyah, Jawa, Bali, Cina, Batak)

Untuk anda para pecinta Budaya Nusantara Indonesia, bisa memiliki Kalender Multikultural 2012 - Celebrating Diversity.
Penanggalan Masehi, Hijriyah, Jawa, Bali, Cina, dan Batak.



Ukuran Total 106 x 60 cm (PxL).
Harga Rp. 20.000,-


Penampakan Kalender


Kalender Secara Utuh



Kalender Halaman Pertama
Click here to see a large version


Kalender Halaman Kedua
Click here to see a large version


Halaman Pertama Diperbesar



Legenda/Keterangan Diperbesar
Click here to see a large version


Hari Besar Nasional dan Internasional Diperbesar



Spiral Halaman Pertama dan Kedua
Click here to see a large version



Fitur :
- Penanggalan Masehi, Hijriyah, Candra (Jawa), Bali, Cina, Batak. Masing-masing penanggalan sesuai dengan pola dan bahasa yang bersangkutan.
- Western Zodiac, Local Zodiac (Jawa & Bali dengan Pawukon yang berbeda, Batak).
- Fase Bulan (Full Moon, Dark Moon, & New Moon Date)
- Hari Raya kebesaran masing-masing kultural.
- Hari Besar Nasional dan Internasional, Hari Libur Nasional, dan Cuti Bersama
- Legenda Kalender (keterangan simbol pada kalender).

Keterangan :
- Kalender terdiri dari dua halaman yang menjadi satu memanjang kebawah, yang dihubungkan dengan spiral.

source

Kamis, 02 Agustus 2012

Berita: Senjata Buatan Indonesia Yang Mampu Menembus Tank Baja


Senjata Buatan Indonesia Yang Mampu Menembus Tank Baja






SPR 2 (SENJATA PENEMBAK JITU PRODUKSI DALAM NEGERI)

Quote:
SOSOK senapan penembak jitu antimaterial, menjadi salah satu keperluan utama pada pertempuran era modern, terutama untuk menghajar pasukan musuh yang berlindung di balik material. Menyadari perkembangan ini, PT Pindad pun tak mau ketinggalan, mereka sudah memproduksi dengan nama Senapan Penembak Runduk-2 (SPR-2).


Quote:
SPR-2 diharapkan mampu menjadi salah satu produk senjata unggulan dalam negeri 2007, yang kehadirannya dapat menjadi varian produk impor sejenis asal Yugoslavia, Black Arrow M93. Kedua senapan antimaterial ini sama-sama menggunakan peluru kaliber 12,7 mm x 99 (umum pula disebut kaliber .50) dengan isian magasen lima peluru.

Kehadiran SPR-2, membuat produk serupa yang sudah muncul dan dipergunakan berbagai angkatan bersenjata di dunia, menjadi sedikitnya 25 jenis. Sebelumnya, sudah ada produk sejenis, misalnya Gepard M1/M2 (Hongaria, kaliber .50), Barret M82, M90 dan M95, M99, serta M-107 (Amerika, kal .50), SVN-98 (Rusia, kaliber 12,7 mm x 108), Steyr IWS-2000 (Austria, kal .50 dan 12,7 mm x 108), PGR UM-Hecate (Prancis, kal .50), AI AS (Inggris, kal .50), NTW-20 (Afrika Selatan, kal 20 mm), dll.

Menurut Desain Ghrapic Divisi Senjata PT Pindad, Dede Tasiri, senada engineer Nana Mulyana, diharapkan dapat memberikan efisiensi bagi TNI jika dibandingkan produk impor. Dari hitungan, produksi SPR-2 harga lebih murah dan fungsi sama hebatnya, apalagi jika dibandingkan Black Arrow M93 yang harganya di atas Rp 1 miliar per pucuk dan diketahui banyak yang sudah rusak.


Senjata sniper buatan pindad ini dibuat dalam 3 versi yaitu SPR1, SPR2, dan SPR3.

Quote:
SPR 1 ini mempunyai peluru kaliber 7,62mm dengan jarak akurasi 900 meter , Kendati terilhami produk-produk senapan antimaterial yang sudah ada, namun menurut Dede, kehadiran SPR-2 cenderung desain sendiri dari PT Pindad. Walaupun pada sebagian sosok, masih mengambil desain dari Black Arrow M93 dan NTW-20 (Afrika Selatan).

"SPR-2 pada jarak tembak efektif mampu menembus lapisan baja dengan ketebalan sampai 2 cm pada jarak 500 meter. Pengoperasian dengan sistem bolt action bukan berarti SPR-2 kalah modern, namun diharapkan memiliki kelebihan karena akurasi biasanya lebih jitu," sedangkan SPR3 mampu menembus baja setebal 3 cm dengan jarak 700 meter.


Senjata mahal

Quote:
Penggunaan senapan penembak jitu antimaterial, sudah digunakan sejak Perang Dunia II (1939-1945) oleh pasukan Nazi Jerman (Mauser Tank-Gewehr Model 1918, kaliber .51), Jepang (Tipe 97, kaliber 20 mm), dan Inggris (Boys Antitank Rifle, kaliber .55). Ketiga pasukan tersebut menggunakannya untuk menghantam masing-masing musuhnya, yang berlindung di balik tembok atau berada dalam kendaraan lapis baja.

Usai perang, berbagai negara terutama Amerika, Inggris, Prancis, dan negara-negara Eropa Timur kemudian mengembangkan dengan menggunakan peluru kaliber .50 (disebut pula 12,7 mm x 99) dan kaliber 12,7 mm x 108, yang menjadi standar senapan mesin berat mereka. Dari berbagai negara yang ikut memproduksi senapan antimaterial, Jerman, Amerika, dan Rusia, yang paling banyak membuat aneka produknya sejenis.

Senapan penembak jitu antimaterial, di pasaran harganya rata-rata sangat mahal, sehingga negara-negara pembeli dan dari non- produsen yang keuangannya cekak, biasanya terbatas memiliki.
referensi
Source